Sidak Komisi D ke Pengungsi Puspa Agro

Setwan, Sidoarjo-  Pimpinan dan Anggota Komisi D mengadakan  sidak keberadaan pengungsi yang berada di rusunawa Puspa Agro, Kamis(11/1).

Sebelum sidak ke lokasi rusunawa Puspa Agro, Komisi D mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Desa Jemundo yang dihadiri pula oleh pihak Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut, H. Usman, M.Kes selaku Ketua Komisi D DPRD Kab. Sidoarjo menanyakan kepada pemerintah desa jemundo tentang batas waktu keberadaan pengungsi yang berada di rusunawa Puspa Agro dan dampak sosial yang ditimbulkan serta layanan kesehatan untuk para pengungsi.

“Pengungsi yang ditampung di rusanawa Puspa Agro terdiri dari syiah Sampang sejumlah 523 orang dan 400 an orang imigran. Anak-anak pengungsi Syiah Sampang tersebut bersekolah di SDN Jemundo 1 dan SDN Jemundo 2,”Jelas  Sekdes Jemundo. “Para pengungsi juga mendapatkan pelayanan kesehatan meski idak setiap hari, namun pengungsi dipersilahkan dating ke polindes atau ke puskesmas jika sakit,”tambahnya. “Dampak yang dirasakan warga Jemundo adalah berkurangnya jatah raskin yang berkurang 61 sak beras,”tambahnya.

“Pengungsi Syiah Sampang merupakan bencana sosial akibat konflik sosial di Sampang. Dapur umum didirikan pada saat tanggap darurat selama 1 bulan,”jelas Wiyono SH selaku kabid pelayanan dan rehabiltasi social Dinas Sosial Kab. Sidoarjo. Salah satu staf pemerintah desa Jemundo mengatakan bahwa ada pengungsi nmigran yang masuk ke kos-kosan warga.

Sementara itu, H. Machmud SE menyatakan bahwa pengungsi Syiah merupakan konflik agama dan berharap jangan sampai mempengaruhi warga Jemundo.meneruskan  kasus ini ke Pemprov Jawa Timur dam MUI untuk diselesaikan, karena ajaran syiah sesat dan belum dicabut oleh MUI.

Mengetahui permasalahan yang muncul akibat pengungsi di Puspa Agro, Komisi D akan menindaklanjuti masalah ini dengan berkonsultasi ke Pemerintah Provinsi terkait  masa tinggal pengungsi. (diana)

recent tags

anggota dewan