Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Ke 155 Dengan semangat hari jadi ke 155 Kabupaten Sidoarjo, kita songsong pesta demokrasi yang aman demi kelanjutan pembangunan menuju Sidoarjo yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan

RS Swasta di Sidoarjo Abaikan UMR

0 comments

Aduan Karyawati RS Swasta ke Dewan

Anggota Komisi D - H. Didik Budi Santoso, ST

Sidoarjo, Bhirawa – Karyawati sebuah rumah sakit di Taman mengadu ke Komisi D DPRD Sidoarjo, karena dibayar di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo. Pengaduan dilakukan salah satu karyawati itu kata politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mewakili beberapa teman lainnya. Pada intinya, karyawan rumah sakit itu mengadu agar gajinya dinaikkan. “Sesuai pengakuan karyawan, gajinya tidak sampai Rp1 juta. Padahal UMK Sidoarjo kisarannya sudah mencapai Rp1,1 juta,” tutur Didik Budi Santoso, Kamis (12/5).

Minimnya gaji yang diterima karyawati,  tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli bedak. “Kata karyawan yang mengadu, gajinya kecut (sedikit) sehingga tidak bisa dipakai membeli minyak wangi sehingga baunya juga kecut,” tukas Didik menirukan karyawan.

Dampak dari minimnya upah yang diterima tidak hanya berdampak pada karyawan saja melainkan juga mutu pelayanan dari rumah sakit itu sendiri. Pasalnya, dengan kondisi perut kosong segi pelayanan juga kurang optimal. “Bagaimana melayani dengan baik pada pasien jika untuk kebutuhan sehari-hari saja masih kurang,” kritiknya.

Seharusnya kata Didik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo terus memantau rumah sakit atau klinik yang mempekerjakan karyawan. Bahkan Dinkes harus mengkaji ulang bagi rumah sakit atau klinik yang membayar karyawannya di bawah UMR. “Ini sangat ironis. Kalau mendirikan rumah sakit Dinkes harus memantau regulasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Ika Harnasti yang dihubungi via ponsel tidak diangkat. Begitu pula SMS yang dikirim untuk konfirmasi terkait ada rumah sakit swasta yang membayar gaji di bawah UMR juga belum dibalas. [hds]

 


Beri Komentar