Pimpinan dan Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Ke 155 Dengan semangat hari jadi ke 155 Kabupaten Sidoarjo, kita songsong pesta demokrasi yang aman demi kelanjutan pembangunan menuju Sidoarjo yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan

RSUD Sidoarjo Tak Izinkan Pasien Cuti

0 comments

SIDOARJO – RSUD Sidoarjo menyiagakan tenaga kesehatannya seperti hari-hari layanan biasa. Tidak ada pengurangan meski Lebaran. Pasien yang menjalani rawat inap juga tidak diizinkan pulang. Jika memaksa pulang, pasien harus siap menanggung sendiri risikonya.

Humas RSUD Sidoarjo Achmad Zainuri menjelaskan, jika pasien memaksa, harus ada surat keterangan. Isinya menyatakan bahwa pasien pulang paksa atau atas kemauan sendiri. Jika terjadi apa-apa, rumah sakit tidak akan bertanggung jawab. “Tapi, kalau memang kondisi si pasien sudah membaik dan diizinkan pulang oleh dokter, ya silakan pulang,” ujarnya. Surat keterangan pulang paksa berlaku bagi pasien rawat inap dengan kondisi yang belum pulih benar. Dokter tidak memberikan rujukan untuk pulang atau rawat jalan di rumah.

Menurut Zainuri, setiap Lebaran memang ada pasein yang memaksa pulang. Namun, jumlahnya tidak banyak. Paling hanya sampai sepuluh orang setiap tahun. Jika pasien pulang, kamarnya akan diberikan kepada pasien lain. Tidak ada sistem pemesanan kamar selama ditinggal pulang Lebaran. “Jika kembali, mereka tetap diterima seperti pasien lain. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien,” terang Zainuri.

Pasien yang kembali setelah rawat inap akan menjalani prosedur seperti kali pertama masuk. Yaitu menjalani pemeriksaan awal. Itu dilakukan untuk menentukan diagnosis tingkat keparahan penyakit setelah pulang.

Selama Lebaran, RSUD tidak mengurangi jumlah tenaga kesehatan. Ada 720 tenaga kesehatan yang disiagakan. Namun, yang standby di bagian rawat inap hanya 256 orang dan 40 orang di bagian instalasi gawat darurat (IGD). Sisanya oncall dan harus siap ketika dipanggil. Tenaga kesehatan itu terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga-tenaga pendukung. Dokter yang standby di rumah sakit 50 orang dan oncall 25 orang. “Jika ada kejadian luar biasa (KLB) selama Lebaran, jumlah tenaga kesehatan bisa ditambah,” tegasnya. (sha/c9/roz)


Beri Komentar