You are here: /

SEJARAH DPRD

Pada tahun 1859 Masehi sebagai awal pembangunan pemerintahan Sidoarjo dan masih ada hubungan dengan kerajaan Waharu sebagai raja pertama.Beliau merupakan raja pertama yang menurunkan raja-raja di Jawa dan khususnya di jawa Timur.Salah satu warisan kuno yang masih bisa saksikan di Sidoarjo, yaitu :

  1. Candi Dermo di Desa Tjandinegoro ( Kecamatan wonoayu)
  2. Candi Pari
  3. Candi sumur di Desa Pari ( Kecamatan Porong).

 

Kabupaten Sidoarjo berdiri pada tahun 1859 Berdasar Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 dengan nama KABUPATEN SIDOKARE Kemudian dengan keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 10/1859 tanggal 28 Mei Staatsblad No. 32 nama Kabupaten Sidokare diganti dengan nama KABUPATEN SIDOARJO

Sejalan dengan waktu yang terus berjalan banyak peristiwa yang terjadi di Sidoarjo mulai dari kerajaan Medang,Empu Sendok ( 1929-1947),pemberontakan Kiai Hasan Mukmin,pemberontakan Malik dkk hingga keadaan kembali aman dengan terbentuknya lembaga legislatif sejak tahun 1950 sampai 1960 hingga sekarang.

Adapun DPRP Kab.Sidoarjo ( 1960-kini) dibentuk berdasarkan Pen.Pers. No. 5/1960 (disempurnakan ) dan dilantik pada tanggal 28-12-1960 dengan jumlah anggota pokok kurang lebih ada sekitar 35 orang.

Masa awal kerjanya sebagai ketua/wakil DPRD-GR : Bupati, Kep.daerah RH Samadikoen dan wakilnya : K.abdullah dari Golkar hasil pilihan DPRD-GR tanggal 29-12-1960 dan dilantik tanggal 05-01-1963.

Sedangkan dala bidang B.PH sebagai ketua yaitu Bupati,Kepala Daerah RH Sanadikoen dan wakilnya, yakni A.Qodari Amir (NU).Anggotanya : Soebroto setiodarmadjo,A Bastomi,Solaichan Gani dan Endang Karnadi.

Dalam rangka modernisasi kota banyak hal diperbaiki mulai dari penerangan neonisasi di jalan-jalan dan tempat-tempat penting,pembuatan gedung baru yang megah Wisma Pancasila.Masjid Jamik dengan perbaikan gapura beserta penutupan parit untuk pemberhentian kendaraan hingga satu bangunan perumahan rakyat.

Selanjutnya pembangunan-pembangunan di luar kota, yang dibiayai oleh pemerintah Daerah sendiri,maupun atas usaha gotong-royong rakyat dan Pemda meliputi :

  1. Bidang pendidikan : misalnya SD Desa Kedungsogo (Prambon)
  2. Bidang Mental Spiritual : misalnya masjid Kedungcakring (Jabon)
  3. Bidang Kesejahteraan Sosial : misalnya pembelian disel listrik di Krian
  4. Bidang Perairan : misalnya perbaikan saluran di Bungurasih (Waru)
  5. Proyek Prasana Perhubungan : misalnya jalan-jalan, yakni jalan sidoarjo-Pilang
  6. Bidang Pertanian : Pemerintahan berusaha menaikan produksi beras secara intensifikas
  7. Bidang kesehatan : pembangunan balai kesehatan dan BKIA di kecamatan-kecamatan.

Secara sederhana sejarah Sidoarjo merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lampau dan menjadi peradaban kota modern dengan berbagai perubahan mulai dari model pemerintahan dan segala sarana prasana bagi kemakmuran masyrakat Sidoarjo.

recent tags

anggota dewan