Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Sekolah Numpang Diancam Ditutup Oleh Dispendik

0 comments

Dewan: Kecuali Segera Bangun Gedung Sendiri

Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak agar lima sekolah numpang yang terdata Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo agar segera mandiri. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Hadi Subiyanto merasa prihatin jika sampai saat ini masih ada sekolah yang numpang. Dia mengungkapkan, sekolah yang numpang dapat mengganggu kegiatan belajar-mengajar sekolah yang ditumpangi.

Karena itu, sambung Hadi, sekolah numpang yang mayoritas swasta diharapkan segera mengatur pembiayaan untuk pembangunan sekolah baru. Pasalnya, sejauh ini APBD Sidoarjo tidak menganggarkan dana pengembangan bagi sekolah numpang. “Pihak sekolah yang numpang harus segera pindah. Komitmen untuk mendirikan sekolah jangan malah meresahkan sekolah yang ditumpangi,” ingat Hadi, kemarin (14/8).

Menurutnya, jika sekolah tersebut tak kunjung mempunyai bangunan baru untuk ditempati, lebih baik ditutup. “Kalau tidak malah tambah semrawut,” tegasnya. Anggota dewan dari Partai Golkar ini percaya bahwa sebagian sekolah numpang sebenarnya sudah mempunyai dana untuk membangun gedung. Namun rencana membangun gedung sendiri tak kunjung direalisasikan. “Jangan enak-enakan numpang terus, harus,” cetusnya.

HARUS MANDIRI: SMPN 1 Waru yang ditumpangi SMP Dharma Wanita 8

Seperti diketahui, Dispendik Sidoarjo mendata ada lima sekolah yang masih numpang, yakni SMP Dharma Wanita 8 Waru yang numpang di SMPN 1 Waru, SMP PGRI 8 Sidoarjo numpang di SDN Sidoklumpuk, SMP PGRI 3 Prambon numpang di SDN Bulang Prambon, SMP PGRI 13 Krian numpang di SMPN 1 Krian, dan SMP Dharma wanita Krian yang numpang di SMPN 2 Krian.

Lima sekolah tersebut juga akan segera dievaluasi oleh Dispendik. Bahkan, Dispendik memberikan deadline tertentu pada sekolah yang masih numpang untuk pindah ke gedungnya sendiri.

(Sumber : Koran Radar Surabaya “vga”)


Beri Komentar