Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

Seleksi Calon Direksi PDAM Diperketat

0 comments

Wajib Paparkan Visi Misi di Dewan

SIDOARJO -Untuk mengontrol hak preogratif Bupati Sidoarjo dalam menemukan calon jajaran direksi PDAM, DPRD Sidoarjo akan meminta calon direksi memaparkan visi misi di hadapan dewan. Hal itu akan dilakukan pada rekrutmen direksi PDAM periode mendatang ‘’Kalau dulu tidak ada pemaparan visi misi, dan cukup ditentukan bupati.

Aditya Nindyatman,yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera.

Tapi untuk rekrutmen periode direksi yang akan dating, harus ada penyampaikan visi misi calon direksi baru, ke dewan,’’ ujar Aditya Nindyatman, mantan ketua pansus raperda PDAM, kepada Radar Sidoarjo, kemarin.

Keharusan pemaparan calon direksi PDAM itu agar dewan yang notabene wakil rakyat, bisa mengetahui akan dibawa kemana badan usaha milik daerah tersebut. Selain itu, visi misi yang akan disampaikan juga bisa diberi masukan, agar ke depan, PDAM bisa lebih baik lagi.

‘’Dalam perda PDAM yang baru saja digedok, sudah kita tuangkan hal itu (pemaparan visi misi calon direksi, red). Jadi saat perda sudah diberlakukan, maka pemaparan calon direksi harus dilakukan, meski penentuan calon direksinya tetap dilakukan bupati,’’ terang Aditya Nindyatman, yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera.

Kalangan dewan nampaknya tidak mau kecolongan saat jajaran masa jabatan direksi diperpanjang secara sepihal. Seperti direksi yang menjabat saat ini masa jabatannya diperpanjang oleh bupati yang kala itu dijabat Win Hendrarso.

Kendati secara aturan memang diperbolehkan untuk diperpanjang jabatannya satu periode. Sedangkan mengenai setoran laba bersih ke kas daerah, PDAM nantinya diharuskan memberikan keuntungan laba bersihnya 55 persen.

Dari jumlah itu, 25 persen disetorkan untuk kas daerah, sedangkan 30 persen dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, yang pengelolaanya juga diserahkan ke Pemkab Sidoarjo.

‘’Awalnya yang 30 persen itu mau diminta kembali untuk pembangunan di PDAM seperti untuk pembangunan pipa jaringan. Namun, karena pengelolaannya dilakukan pemkab, maka setoran laba bersih tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu 55 persen,’’ tandasnya.

Sementara itu, Dirut PDAM, Djajadi, mengatakan kalau dalam perda tetap meminta setoran laba bersih sebesar 55 persen, berarti perda yang baru disahkan dewan itu tidak banyak berubah dengan perda tahun sebelumnya. ‘’Sama saja dengan perda tahun sebelumnya,’’ ujar Djajadi. (rud)

 


Beri Komentar