Pencarian
Semakin Minimnya Pemanfaatan GOR Delta Sidoarjo
Banyak Digunakan Non-olahraga & Event Tertentu
Gelanggang Olahraga (GOR) Delta adalah salah satu aset Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang cukup membanggakan. Bangunan itu sudah lama ada. Namun, mulai direnovasi dan dilengkapi sekitar 2000. Tepatnya, saat Jawa Timur menjadi tuan rumah ajang pesta olah raga nasional (PON). Bahkan, GOR Delta menjadi tempat pembukaan dan penutupan saat itu.
SEBENARNYA, GOR Delta bukan prioritas utama. Pemerintah provinsi merencanakan pembukaan digelar di Surabaya. Namun, saat itu tidak ada fasilitas olahraga yang representatif di Surabaya. Akhirnya diputuskan untuk merenovasi GOR di kota udang itu.
Saat itu pula Pemda Sidoarjo di-back up Pemprov Jatim untuk melakukan perbaikan di sana-sini. Ada banyak fasilitas di GOR tersebut. Gedung basket yang bersamaan dengan bulu tangkis serta lapangan futsal. Kemudian, stadion sepak bola yang standar super liga. Lapangan voli pantai, lapangan tenis indoor, lintasan sepatu roda, kolam renang, dan gedung serbaguna (lihat grafis). Selain itu, masih ada beberapa fasilitas lain, seperti lapangan parkir dan panggung untuk hiburan.
Masyarakat Sidoarjo pun menikmati kehadiran GOR tersebut. Hampir setiap minggu mereka memanfaatkannya untuk berolahraga. Andi Winarko, warga Sidokare, Kecamatan Kota, mengatakan, mengunjungi GOR setiap Minggu merupakan rutinitasnya. “Di sini saya bisa melepas penat setelah seminggu bekerja,” katanya.
Selain berolahraga, suasana GOR di minggu pagi memberikan nuansa berbeda. Banyak asongan berjualan. Dengan demikian, tempat itu tidak hanya tempat olahraga, tapi berubah menjadi tempat wisata keluarga. “Jadi, ke GOR juga bisa untuk berbelanja,” ucapnya.
Selain itu, halaman parkir GOR kerap dimanfaatkan untuk even-even hiburan dan politik. Misalnya, pameran, konser musik, dan kampanye. Semua itu berlangsung hingga sekarang.
Dari pemanfaatan itu, pemkab menargetkan penerimaan retribusi dari tempat rekreasi dan olahraga. Nominalnya cukup besar, sekitar Rp 1,2 miliar. Target itu didapat dari pemasukan penyewaan gedung di sekitar lokasi tersebut (lihat grafis).
Namun itu dulu. Kini GOR Delta tak seindah dulu lagi. Banyak bangunan yang disalahfungsikan. Misalnya di Stadion GOR Delta. Di bawahnya terdapat kios-kios yang tidak difungsikan dengan baik.
Pemantauan di lapangan, banyak yang memanfaatkannya untuk kepentingan di luar olahraga. Seperti salon, kafe, warnet, dan beberapa usaha lain.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gor Delta Agus Priyanto belum banyak berkomentar. Dia mengaku baru beberapa pekan menjabat di instansi tersebut. Namun, banyak rencana yang dia terapkan selama menduduki jabatan tersebut. “Saat ini sedang melihat dan mempelajari. Terkait langkah, masih dalam pembahasan,” ujarnya.
(Sumber : Koran Jawa Pos)

































