Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

Siswa Sidoarjo Juara Pertama Olimpiade Sains Nasional

0 comments

Raih Beasiswa dari UMS, Ingin Jadi Guru Besar Fisika

BERPRESTASI : Alfian Nur Muhammad berhasil menyabet juara satu olimpiade Fisika Nasional

SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menorehkan prestasi. Kali ini salah seorang anak didiknya, Alfian Nur Muhammad, berhasil menjadi juara pertama lomba fisika dalam Olympicad pada 1-2 Juli lalu di Universitas Muhammadiyah Surakarta.


GURAT-gurat senyum kebanggaan terlihat di wajah Alfian Nur Muhammad saat menunjukkan piala yang telah diperolehnya. Piala setinggi kurang lebih setengah meter tersebut merupakan hasil kerja kerasnya saat ikut Olympicad 2010 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 1-2 Juli lalu. Olympicad singkatan dari Olympic Ahmad Dahlan.

Olimpiade itu diadakan olah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Yang ikut adalah sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. ”Saya berhasil menjadi juara pertama untuk lomba fisika,” ujar siswa yang akrab dipanggil Alfian tersebut.

Putra pasangan almarhum M. Rifa’i dan Siti Maisaroh itu menjelaskan bahwa Olympicad merupakan lomba tingkat nasional. Pada Februari lalu dia menjalani seleksi tingkat provinsi. Hasilnya, hanya enam orang yang lolos. Salah satunya adalah dirinya yang mewakili untuk lomba fisika. Untuk siswa, ada dua cabang lomba yang dipertandingkan. Yaitu, matematika dan fisika.

Lomba tersebut terbagi dalam tiga kategori. Yaitu, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK. Alfian memenangkan cabang fisika tingkat SMA/MA/SMK. Total peserta cabang fisika untuk tingkat SMA/MA/SMK adalah 55 orang. Selain untuk siswa, ada lomba untuk guru. Misalnya, metodologi pengajaran kreatif, lomba penelitian tindakan kelas, dan lainnya.

Pada seleksi hari pertama, Alfian harus mengerjakan 40 soal dalam bentuk pilihan ganda. Saat itu, dia lolos ke babak berikutnya karena masuk peringkat kedua. Pada babak kedua yang berlangsung Jumat (2/7), dia harus mengerjakan lima soal esai. Kali ini dia kembali lolos.

Baru setelah itu, dia masuk babak terakhir. Yaitu, mengerjakan satu soal, tapi harus memaparkan jawabannya lewat presentasi. ”Saat presentasi agak grogi dan deg-degan juga,” terang anak pertama di antara tiga bersaudara itu.

Soal-soal yang dia kerjakan tidak semua diajarkan di sekolah. Banyak soal kelas tiga yang harus dia kerjakan. Padahal, Alfian baru naik kelas tiga tahun ajaran ini. Jadi, secara otomatis dia belum mendapatkan pelajaran tersebut. Untungnya, Alfian bisa mengerjakan semuanya. ”Waktu tahu jadi wakil Jatim, sekolah sudah memberikan bimbingan belajar,” terang siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo itu.

Ada beberapa materi soal yang dikerjakan saat olimpiade tersebut. Di antaranya, kinematika, listrik, dinamika, hukum Newton, dan fisika modern yang membahas gelombang. Kemenangan Alfian tersebut tidak hanya membuahkan trofi. Dia juga mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta. Selain itu, dari sekolah dia mendapatkan beasiswa gratis biaya SPP.

Bukan hanya itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) juga memberikan beasiswa penuh jika Alfian lulus nanti. Yaitu, biaya kuliah selama empat tahun plus biaya hidup. Sayangnya, Alfian belum tentu mengambilnya. Pasalnya, di UMS tidak ada jurusan fisika. Penyuka sepak bola tersebut ingin masuk ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ”Saya sangat suka fisika. Penginnya jadi profesor (guru besar, Red) bidang fisika,” terangnya. Uang hadiah yang dia dapat ditabung untuk biaya kuliah nanti.

(Sumber : Koran Jawa Pos “c6/ib”)


Beri Komentar