Pimpinan & Anggota DPRD beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 dan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke - 153

Tak Berizin, Dewan Minta PT JP Terancam Tutup

0 comments

SIDOARJO (wartajenggala.com)

Sekretaris Komisi A, Adhi Samsetyo

Komisi A DPRD Sidoarjo berencana kembali memanggil manajemen PT Jaya Perkasa (JP), sebuah perusahaan yang berlokasi di Desa Seduri Kecamatan Balongbendo, Rabu (1/9) pagi. Sebab diduga kuat, perusahaan pemroduksi kalsium ini tak berizin. Baik izin usaha, HO, maupun IMB. Bahkan selalu berkelit saat diminta menunjukkan izin-izin tersebut. “Makanya besok pemilik perusahaan akan kita panggil lagi untuk menunjukkan izin-izinnya,” kata Sekretaris Komisi A, Adhi Samsetyo, Selasa (31/8).

Politisi PAN itu menjelaskan, pemanggilan Rabu (1/8) pagi adalah panggilan ketiga. Sebelumnya, pihak PT JP sudah dipanggil sebanyak dua kali. Namun selama itu yang datang hanya pengacaranya. “Pemiliknya tak pernah datang. Selain itu, mereka juga tak pernah bisa menunjukkan izin-izin yang kita minta,” tandas Adhi.

Ia berharap, pemilik perusahaan kooperatif dalam panggilan ketiga ini. Mau datang sendiri dan bisa menunjukkan izin-izin yang diminta. Jika yang datang pengacaranya lagi, Adhi mengancam akan mengusirnya. “Karena kita butuh ketemu pemiliknya langsung untuk menyelesaikan masalahnya. Kita gak butuh ketemu pengacara,” tukasnya.

Bahkan jika dalam panggilan kali ini PT JP masih tak kooperatif, Adhi mengancam akan langsung berkoordinasi dengan instansi pemkab terkait. Khususnya pihak perijinan dan Satpol PP. Tujuannya? “Untuk melakukan tindakan tegas. Karena kesalahan perusahaan ini sudah tidak bisa ditolerir dan sangat merugikan warga sekitarnya,” cetus dia.

Disebutkan, kasus ini diawali aksi demo warga Seduri ke DPRD Sidoarjo, beberapa waktu silam. Mereka mengeluhkan aktivitas PT SJ yang dituding melakukan pencemaran berat serta membuat jalan desa setempat rusak parah. Bahkan dari hasil sidak Komisi A, ada kecurigaan perusahaan ini juga tak memiliki izin-izin yang cukup. “Ini juga menunjukkan kalau CSR (corporate social responsibility) PT Jaya Perkasa tidak jalan,” pungkas Adhi Samsetyo.

(dedi)


Beri Komentar