Pimpinan Sementara DPRD beserta Seluruh Jajaran Sekretariat DPRD Kab. Sidoarjo Mengucapkan Selamat atas Pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Periode 2014-2019

Tokoh Lintas Agama Sepakat Redam Konflik

0 comments

Tampilkan KH Hasyim Muzadi

SIDOARJO –Ambon–kembali bergolak. Para tokoh lintas agama di Sidoarjo sepakat meredam konflik bernuasa SARA itu. Kemarin, mereka mengadakan pertemuan dengan Presiden World Conference of Religion for Peace (WCRP) KH Hasyim Muzadi di Resto Bernardi Jl Diponegoro 18 Sidoarjo.

CINTA DAMAI: Hasyim Muzadi menyerukan perdamaian di antara umat beragama.

Pertemuan ini difasilitasi Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Sidoarjo. Hadir sejumlah tokoh lintas agama seperti Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Imron Rofi, Ketua Dewan Pengurus Bamag Jonathan, Ketua Bamag Sidoarjo Agus Susanto.

Hasyim Muzadi berpesan agar seluruh lapisan masyarakat di Ambon, dan di mana pun, tidak tersulut oleh isu-isu yang mengatasnamakan agama. Masyarakat baik itu Islam, Kristen, dan pemerintah harus mampu menciptakan keserasian.

“Sudah waktunya warga Ambon bersatu menyuarakan perdamaian di seluruh lapisan,” ucap mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini. Menurut Hasyim, WCRP mempunyai beberapa tugas. Salah satunya meciptakan  perdamaian dunia.

Hasyim menyatakan, kedatangannya ke Sidoarjo bukan untuk menyamaratakan agama  namun menciptakan situasi kondusif kerukunan umat beragama di Sidoarjo. Hasyim menegaskan, agama seharusnya menjadi kekuatan dunia. Sayang, hingga saat ini agama malah sering menjadi masalah, khususnya di Indonesia.

Sebagai tokoh yang aktif dalam gerakan lintas agama, Hasyim menilai kekeruhan umat beragama terjadi karena faktor lain di luar agama. Ada oknum yang memiliki kepentingan tertentu mengatasnamakan agama untuk meraih tujuannya.

“Model semacam ini murah. Hanya bermodal bensin dua liter saja cukup. Yang satu bakar gereja, yang satu bakar masjid,” ucapnya. Hasyim menambahkan, tidak satu agama pun yang mengajarkan kekerasan.

Menurut dia, pemahaman yang salah terhadap agama itulah yang menyebabkan tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Hasyim juga mengingatkan, negara harus melindungi agama dan bukan mempengaruhi agama. (mg/rud)


Beri Komentar