Pencarian
Wisata Candi Kurang Diminati
PORONG – Potensi wisata candi di Kabupaten Sidoarjo belum tergarap maksimal. Meski libur sekolah, beberapa candi yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo tidak banyak dikunjungi.
Akses jalan yang buruk di kawasan semburan lumpur semakin mengurangi minat masyarakat untuk melakukan rekreasi ke situs peninggalan Kerajaan Majapahit dan Jenggala ini.
Di Sidoarjo ada beberapa situs candi yang potensial menjadi ikon wisata sejarah. Di antaranya, Candi Pari, Candi Sumur, Candi Pamotan, Candi Medalem, Candi Dermo, atau Candi Tawangalun.
“Tidak banyak orang yang datang ke sini meski saat liburan,” ujar Karsono, juru kunci Candi Sumur di Desa Candipari, Kecamatan Porong, kemarin. Biasanya, pengunjung yang datang ke lokasi itu hanya beberapa orang saja. Itu pun tidak setiap hari.
Hal itu tidak hanya terjadi di Candi Sumur, tapi juga beberapa Candi yang lain. Seperti Candi Pari yang lokasinya hanya sekitar 100 meter dari Candi Sumur. Meski bentuk dan lokasi Candi Pari lebih baik, minat warga untuk berkunjung ke sana sangat rendah.
Padahal, taman dan paseban sudah disiapkan untuk para tamu. “Jika ada pengunjung paling beberapa orang saja, tidak sampai rombongan,” ujar salah satu PKL yang mangkal di dekat Candi Pari. Biasanya, pengunjung yang datang bersifat perorangan.
Sangat jarang yang datang secara rombongan, kecuali anak-anak sekolah yang mendapat tugas dari gurunya. Padahal, jika dipromosikan dan dikelola dengan baik, wisata candi di Sidoarjo sebenarnya bisa ‘dijual’ ke wisatawan.
Sepinya objek wisata budaya itu berbeda dengan wisata modern yang hampir selalu ramai pengunjung saat libur panjang. “Memang perlu ada perhatian agar candi-candi ini bisa diminati.
Termasuk promosi kepada wisatawan Bahwa di Sidoarjo punya wisata candi,” ujar Machmud, ketua Komisi D, yang membidangi pariwisata. (rud/rek)

























